Trump Bisa Hentikan Latihan Militer NATO jika Putin Meminta

Presiden AS Donald Trump (kiri) berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan APEC di Danang, Vietnam pada 11 November 2017.

AGEN BOLABrussels - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial saat pertempuan Pakta Pertahanan Atlantik Utara ( NATO).

Trump berkata dia bisa menghentikan latihan militer NATO jika Presiden Rusia Vladimir Putin memintanya.

Pernyataan itu disampaikan jelang pertemuannya dengan Putin di Helsinki, Finlandia, pada Senin pekan depan (16/7/2018).

"Mungkin kami bakal membicarakannya," kata Trump dalam konferensi pers ketika ditanyakan apakah penghentian latihan bakal jadi agenda perbincangan keduanya.

Sebelumnya, Trump sempat melontarkan ancaman bakal menarik AS keluar dari NATO yang membuat Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg kalang kabut.

Ancaman itu terjadi tatkala Trump mendesak agar para pemimpin NATO lainnya menaikkan sumbangan anggaran mereka hingga dua persen dari GDP.

Sebab, presiden 72 tahun itu mengeluh bahwa AS harus menanggung hingga 70 persen dari total 1 triliun dolar AS anggaran NATO di 2018 ini.

Seorang pejabat NATO menyebut ancamannya tidak akan terjadi meski dia menyatakan punya kuasa menarik keluar tanpa melalui persetujuan Kongres AS.

Namun, komentarnya soal penghentian latihan militer NATO membuat para pemimpin NATO lainnya begitu khawatir.

Mereka takut jika aliansi negara-negara Barat yang sudah tergabung sejak 1949 bakal merenggang karena Trump terlalu ramah dengan Putin.

Apalagi, Trump sempat mengucapkan bahwa Putin bukanlah musuh, melainkan kompetitor karena mewakili negaranya.

Pejabat Pentagon mengungkapkan mereka masih belum memberikan respon atas ucapan presiden ke-45 AS tersebut.

Sampai saat ini, NATO masih menggelar latihan yang beranggotakan 17 negara di Laut Hitam, dengan AS mengirim ratusan serdadu dan puluhan kapal perang.

Barry Pavel, Wakil Presiden Senior di Dewan Atlantik, menyatakan Putin bakal terang-terangan meminta Trump menghentikan latihan perang.

"Saya menjamin Putin bakal mengutarakan hal itu karena dia dikenal berkarakter provokatif," sebut Pavel.

Jika Trump benar-benar menghentikan latihan NATO, maka 28 negara lainnya bisa melaksanakan latihan serupa.

Namun, mereka harus menggelar latihan itu dengan nama lain karena sudah jelas AS tidak akan menyebutnya sebagai latihan NATO.

"Ini baru bab pertama. Bab kedua bakal terjadi di Helsinki pekan depan. Sudah jelas aliansi bakal menaruh perhatian apa yang terjadi nanti," lanjut Pavel.


Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar