Klaim Diserang Hamas, Pasukan Israel Kembali Serang Jalur Gaza

Pekan lalu, Israel menyerabg lebih dari 35 target milik Hamas dan Jihad Islam di Jalur Gaza.

AGEN BOLA,Gaza - Israel kembali meluncurkan serangkaian serangan udara ke arah warga Palestina yang terkepung di Jalur Gaza.

Pasukan zionis itu menyebut serangan tersebut sebagai tanggapan atas tembakan roket yang ditembakkan di wilayah kantong pejuang.

Pesawat tempur Israel menyerang setidaknya 15 target milik Brigade Al Qassam yang merupakan sayap bersenjata milik kelompok Hamas, seperti yang disampaikan militer Israel pada Minggu pagi.

Tidak Ada Laporan Adanya Cedera

Serangan itu setidaknya menargetkan tiga kelompok gabungan Hamas di bagian Utara jalur itu.

Namun tidak ada tanggapan langsung dari pihak Hamas terkait serangan yang terjadi beberapa hari setelah pertempuran antara Hamas dan Israel itu.

Sementara itu sebelumnya, gencatan senjata telah diberlakukan sejak 30 Mei lalu, menyusul salah satu peristiwa terburuk di Gaza sejak serangan Israel pada tahun 2014.

Kemudian pada Rabu lalu, Hamas mengatakan bahwa kelompok-kelompok bersenjata di Jalur Gaza telah menyetujui kesepakatan dengan Israel setelah terjadinya serangan udara pada satu malam yang menargetkan beberapa kantong pejuang Hamas dan kelompok Jihad Islam di wilayah kantong perbatasan.

Pekan lalu, Israel menghantam lebih dari 35 target milik Hamas dan Jihad Islam, setelah militer Israel menuding bahwa para pejuang Palestina berada di belakang rentetan proyektil yang ditembakkan dari Gaza ke Israel Selatan.

Eskalasi terjadi setelah Jihad Islam bersumpah untuk membalas dendam usai serangan mematikan yang menimpa anggota mereka pada bulan lalu.

120 Warga Palestina Tewas Di Gaza

Serangan pada hari minggu ini terjadi sehari setelah seorang relawan Razan al-Najjar, tewas oleh tembakan yang dilakukan secara langsung oleh pasukan Israel selama protes berlangsung.

Protes tersebut merupakan demonstrasi Jumat ke-10 yang diadakan warga Palestina sejak 30 Maret lalu serta dilakukan di dekat pagar perbatasan Gaza dan negara zionis itu.

Aksi protes itu disebut sebagai 'The Great March of Return'.

Razan, petugas relawan berusia 21 tahun itu meninggal karena menderita luka tembak saat tengah bertugas di Khan Younis, sebuah kota di sisi Selatan, kata Kementerian Kesehatan Palestina.

Menurut saksi, perempuan itu ditembak saat mengenakan seragam putih sambil berlari ke arah pagar berbenteng Israel untuk membantu korban yang terluka.

Terhitung sejak 30 Maret, 120 warga Palestina telah tewas oleh pasukan Israel saat berlangsungnya protes terkait seruan hak warga Palestina untuk kembali ke rumah mereka setelah terusir pada 1948 silam.

Sedangkan lebih dari 13 ribu warga lainnya mengalami luka-luka dalam aksi tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, tentara Israel menyalahkan Hamas, mereka menuding kelompok itu yang mengatur aksi protes diGaza, terkait kegiatan yang berlangsung di perbatasan selama akhir pekan.

Hal itu merujuk pada demonstrasi yang terjadi di dekat pagar perbatasan dengan Israel.

Pada pekan lalu, penduduk yang bermukim di Gaza berusaha untuk 'memecahkan' 12 tahun kebuntuan mereka akibat pengepungan Israel yang telah melumpuhkan dan menjebak lebih dari dua juta warga Palestina sejak 2006 lalu.

Sekira 17 warga sempat berlayar di lepas pantai Gaza menuju Siprus, sebelum akhirnya pasukan Israel berhasil mencegat kapal mereka dan mengirim ke Pelabuhan Israel, Ashdod.

Dengan adanya pembatasan ketat pada akses untuk keluar dari Gaza, wilayah yang menjadi tempat tinggal bagi lebih dari dua juta warga Palestina itu pun kini dijuluki sebagai penjara terbuka terbesar di dunia.


Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar