Sebelum Berangkat, Korban Tewas Bom di Gereja Sempat Lakukan Ini pada si Kecil

Aloysius Bayu 

News Nasional, Potongan tubuh manusia ditemukan disekitar lokasi gereja yang menjadi korban ledakan bom.

Melansir majalahmandiri.com, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung dalam siaran di Metro TV menjelaskan jika Tiga Gereja dimaksud adalah Gereja Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro dan Gereja di Jalan Arjono.

Kejadian mengerikan itu masih diselidiki pihak penyidik. Meski begitu, ada sepenggal kisah yang ikut dikais dari kabar duka tersebut.

Hal itu berasal dari edaran berupa jarkoman via WhatsApp tentang sosok pria heroik.

Ia adalah Bayu, seorang pria yang disebutkan dalam jarkoman tersebut sebagai koordinator keamanan gereja.

Seorang pengguna Facebook bernama Birgaldo Sinaga mengisahkan sosok Bayu, sebelum dirinya tewas dalam aksi teror bom.

Berikut kisahnya :

Minggu pagi subuh (13/5/2018), Aloysius Bayu Rendra Wardhana bangun lebih cepat. Ia dapat tugas shift pagi sebagai sebagai koordinator relawan keamanan Gereja SMTB
Santa Maria Tidak Bercela Ngagel Surabaya.

Sehari-hari Koko Item bekerja sebagai fotographer handal.

Bayu atau yang akrab dipanggil Koko Item bersiap mandi lalu berkemas. Ia masuk kamar berganti seragam. Bayi mungilnya masih tertidur pulas. Ia mendekat keranjang ayunan bayinya. Ia mendekatkan bibirnya untuk mencium pipi montok bayinya. "Anakku sayang.. Papa kerja dulu ya... Jgn nangis ya... Emuachhh", bisik lirih Bayu di telinga bayinya. Istrinya tersenyum lalu mengantar suaminya di depan pintu.

Bayu tiba di Gereja SMTB pada misa pertama. Ia bergabung dengan rekannya di pintu masuk samping halaman gereja persis di persimpangan lampu merah Jl Ngagel Madya.

Jemaat mulai berdatangan. Ramai jemaat masuk gereja. Banyak anak2 dan wanita masuk gereja. Misa pertama biasanya paling ramai jemaatnya.

Dari arah Jalan Ngagel, seorang pengendara motor nampak memacu kendaraannya. Ia membawa tas ransel di punggungnya. Dengan tatapan tajam pengendara motor itu terus memacu motornya. Ia masuk gereja melalui pintu samping.

Bayu yang berjaga mengejar pengendara motor itu. Pengendara motor itu tidak mau memarkirkan kendaraannya di samping gereja. Ia terus menerobos menuju dalam gedung gereja. Bayu bergegas mengejar. Dengan tangkas Bayu menghalau pengendara motor itu ke tepi hingga tidak bisa masuk gedung gereja.

Tiba-tiba...

Booommm... Darrr... Dar... Bommm..

Tubuh2 jemaat dan Bayu terlempar puluhan meter. Bom bunuh diri yang dibawa pengendara motor itu meledak saat motor sedang bergerak dihalau Bayu.

Puluhan orang berhelimpangan. Beberapa orang tewas seketika. Lainnya luka berat dan ringan.

Kemarin, Iptu Rospuji di Mako Brimob gugur tanpa pernah melihat wajah bayinya. Hari ini, Bayu tidak bisa lagi pulang menimang buah hatinya.

Rospuji dan Bayu gugur saat bertugas menyelamatkan banyak orang dari kebiadaban teroris. Mereka gugur demi menjaga agar banyak orang terselamatkan nyawanya meskipun harus kehilangan nyawanya sendiri.

Tidak ada kata yang tepat untuk mengucapkan simpati dan empati kami kepadamu Bayu. Anakmu tidak akan pernah mengenal wajah ayahnya. Anakmu tidak akan pernah lagi menerima gendongan dan ciuman hangatmu lagi.

Maafkan dan ampuni kami karena belum mampu menjadikan negeri ini menjadi rumah damai, rumah kehangatan dan rumah bersama tempat di mana para ayah ibu dan anak2nya bisa hidup dalam damai, cinta dan kehangatan persaudaraan.

Di Rumah Tuhan tempat sejatinya benih cinta kasih bersemayam, di Rumah Tuhan ini pula kebencian dan kebiadaban meledak angkara murkanya.

Baca: Kisah Wanita Misterius Dibalik Ledakan Bom Gereja di Surabaya, Pakai Serba Hitam dan Bawa Anak Kecil

Selamat jalan kawan... Selamat jalan menuju rumah damai Rumah Bapa di Surga

Salam cinta kasih sepenuh hati utuh penuh
Birgaldo Sinaga"





Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar