Pasukan Khusus Pertama AS Ditempa di Dataran Tinggi Skotlandia

Pasukan AS mendarat di Aljazair dalam bagian Operasi Torch pada November 1942. Para prajurit yang tergabung dalam Batalion Rangers Ke-1 terlibat dalam operasi ini.

AGEN BOLA,Amerika Serikat dikenal memiliki sederet pasukan khusus dengan kemampuan yang tak perlu diragukan seperti Delta Force, Green Beret, atau Navy Seals.

Namun, pasukan-pasukan khusus ini tak terbentuk begitu saja karena membutuhkan proses panjang dan latihan yang amat keras.

Ternyata, pasukan khusus pertama Amerika Serikat ditempa oleh pasukan khusus Inggris di dataran tinggi Skotlandia di masa Perang Dunia II.

Saat itu, Presiden AS Franklin D Roosevelt khawatir para prajuritnya yang minim pengalaman akan kewalahan saat memasuki kancah konflik global pascaserangan Pearl Harbor pada Desember 1941.

Dia kemudian memerintahkan pembentukan pasukan elite yang secara khusus dilatih unit-unit komando AD Inggris yang saat itu sukses melakukan serangan sabotase terhadap fasilitas milik Jerman di Pulau Lofoten, Norwegia.

Untuk gelombang pertama, 500 orang prajurit dipilih untuk menjadi bagian dari Batalion Rangers ke-1 yang mulai berlatih di Pusat Pelatihan Komando Inggris di Achnacarry, Skotlandia pada 28 Juni 1942.

Selama tiga bulan, ke-500 prajurit itu menjalani latihan fisik yang amat keras di berbagai pangkalan militer di Skotlandia.

Mereka dibangunkan pada dini hari dengan menggunakan "bagpipe" yaitu alat musik tiup khas Skotlandia.

Mereka kemudian diperintahkan berlari sejauh 32 kilometer, memanjat tebing, melewati kawasan berkawat duri, dan latihan pertempuran tangan kosong.

Aksi pasukan khusus pertama itu diabadikan fotografer Phil Stern yang ditugaskan AD Amerika Serikat sepanjang Perang Dunia II.

Serangkaian foto ini tampil dalam sebuah buku baru berjudul "Snapdragon", yang menampilkan hasil karya Stern baik di medan perang.

Usai perang, Stern sibuk di Hollywood di mana dia juga mengabadikan para bintang seperti Marylin Monroe, James Dean, Marlon Brando, dan Frank Sinatra.

Salah satu foto memperlihatkan sekelompok anggota Rangers yang bertelanjang dada membawa balok kayu, sementara foto lain mengabadikan para prajurit yang membawa peralatan lengkap menyeberangi sungai sedingin es.

Untuk menambah semangat sekaligus membentuk mental para prajurit AS ini para pelatih asal Inggris tak segan meneriaki dan menghina mereka.

Namun, para prajurit AS ini mendapatkan sambutan hangat saat mereka tinggal bersama sejumlah keluarga Skotlandia di kota Dundee.

Di sana mereka mendapatkan cukup banyak makanan dan bahkan diajak berjalan-jalan ke pub setempat.

Setelah menyelesaikan pelatihan di Skotlandia, seluruh personel pasukan khusus ini dikirim ke Afrika Utara.

Mereka terlibat dalam pendaratan di Aljazair dan pertempuran Tunisia pada 1943.

Secara total sebanyak 1,4 juta prajurit Amerika ditempatkan di berbagai lokasi di Inggris Raya mulai dari Skotlandia hingga Cornwall untuk persiapan pendaratan di Normandia.

Phil Stern, jurnalis kelahiran Philadelphia ini meninggal dunia pada 2014 dalam usia 95 tahun.

Semua foto karyanya selama bertugas di masa perang dimuat dalam sebuah buku yang akan dirilis akhir bulan ini.


Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar