Malaysia Kecam Bom Surabaya, Imbau Warganya Waspada

Malaysia mengecam keras serangkaian teror bom yang menyerang Surabaya pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5) dan meminta warganya di Indonesia waspada.

News InternasionalJakarta - Malaysia mengecam keras serangkaian teror bom yang menyerang Surabaya pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5).] dan meminta warganya di Indonesia waspada.

"Pemerintah Malaysia mengecam keras serangkaian teror bom yang menyerang tiga gereja dan sebuah apartemen di Surabaya pada 13 Mei 2018, dan juga serangan bom di gerbang markas kepolisian Surabaya pada 14 Mei 2018," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia yang diterima majalahmandiri.com, Selasa (15/5).

Dalam pernyataan itu, Kuala Lumpur juga turut mengungakpkan duka cita dan belasungkawa terhadap pemerintah dan warga Indonesia, terutama keluarga korban teror.

Berdasarkan perkembangan terkini, kepolisian Jawa Timur melaporkan ada 28 orang tewas termasuk terduga pelaku dan 57 lainnya terluka.

Rangkaian teror bom di Surabaya bermula pada Minggu (13/5) pagi, ketika satu ledakan mengguncang Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela sekitar pukul 07.30 WIB.

Berselang sekitar lima menit, bom kedua meledak di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, disusul ledakan di Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro.

Menurut kepolisian, pelaku ketiga serangan itu adalah satu keluarga yang terdiri dari pasangan orang tua dan empat anaknya.

Pada malam harinya, satu ledakan terjadi di Rusunawa Wonocoli, Sidoarjo. Kepolisian menduga ledakan ini masih berkaitan dengan bom di tiga gereja sebelumnya.

Belum selesai penyelidikan, serangan kembali terjadi di depan Mapolrestabes Surabaya pada Senin (14/5) sekitar pukul 07.50 WIB. Pelaku diduga juga satu keluarga.

Dalam pernyataannya, Kemlu Malaysia turut mengimbau seluruh warganya yang hendak atau tengah berada di Indonesia, terutama Surabaya, untuk lebih waspada.

Kuala Lumpur juga meminta warganya di Indonesia untuk mengikuti seluruh instruksi otoritas lokal terkait keamanan dan terus memantau perkembangan situasi dari pihak berwenang serta media lokal.

"Kemlu Malaysia juga ingin mengonfirmasi bahwa sejauh ini tidak ada warga Malaysia yang menjadi korban teror. Kedutaan besar Malaysia di Jakarta terus berkoordinasi dengan otoritas Indonesia dan memantau ketat perkembangan situasi kondisi," demikian rilis Kemlu Malaysia.

Serangkaian teror selama dua hari terakhir itu menjadi yang paling mematikan di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir.

Dunia internasional turut mengecam serangan teror yang menyerang kota kedua terbesar di Indonesia ini. Selain Malaysia, Amerika Serikat, Australia, Inggris, Singapura, Taiwan, hingga Iran telah lebih dulu menyatakan kecaman mereka terhadap aksi terorisme yang melanda sejumlah gereja di Surabaya dan beberapa tempat lainnya tersebut.

Sejumlah organisasi internasional seperti Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), DK PBB, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan Uni Eropa juga turut mengecam teror bom di Surabaya.



Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar