Lebih Dari Separuh Abad Tak Rasakan Degradasi, Fans Hamburger Murka

Fans Hamburger Murka Karena Degradasi

Hamburg tidak bermain di Bundesliga 1 mulai musim depan

Lebih Dari Separuh Abad Tak Rasakan Degradasi, Fans Hamburger Murka

Suporter Hamburger SV yang memadati Volksparkstadion karena kecewa TIM kesayangannya Degradasi

Mandiri88 - Agen Sbobet, Ibcbet Dengan Promo Bonus Terbesar

Berita Olahraga ~ Suporter Hamburger SV yang memadati Volksparkstadion pada Sabtu (12/5) lalu tidak mampu mengontrol emosinya kala menyaksikan tim kesayangannya menjamu Borussia Monchengladbach. Walau papan skor menunjukkan keunggulan 2-1 di akhir laga untuk tuan rumah namun justru asap hitam tebal dari flare dan teriakan protes menggema dari tribun.

Hal tersebut dikarenakan Hamburg tidak akan bermain di Bundesliga 1 mulai musim depan. Tripoin atas Gladbach tidak banyak membantu karena posisi mereka tidak bergerak dari tangga ke-17 dari 18 tim. Kemenangan sesama calon relegasi, Vfl Wolsburg, atas FC Koln dengan skor 4-1 jadi penyebabnya.



Padahal rekor tidak pernah terdegradasi sejak Bundesliga pertamakali digelar pada 1963 adalah sesuatu yang amat dibanggakan fans Hamburg. Itulah kenapa mereka dijuluki sebagai Der Dino, Sang Dinosaurus. Kini jam di Volksparkstadion yang menunjukkan seberapa lama mereka bertahan di kasta teratas harus berhenti tepat di angka 54 tahun, 260 hari, 41 menit dan 36 detik.

Polisi anti huru-hara yang sudah dipersiapkan sejak awal laga terpaksa harus berurusan dengan para suporter Hamburg yang terkenal fanatik tersebut. Beruntung laga yang sempat tertunda selama kurang lebih 16 menit bisa dilanjutkan kembali.

Hasil ini tentu saja amat disesali oleh tim yang pernah diperkuat sejumlah pemain kondang di masa lalu seperti Ivica Olic, Klaas Jan Huntelaar dan Rafael van Der Vaart. Beberapa dari pemain bahkan sampai tidak kuasa menahan air mata begitu laga usai. Mungkin mereka teringat bagaimana besar dukungan fans bagi mereka karena sebelum laga penentuan tersebut sekitar 2000 fans menyempatkan diri menonton latihan tim.







Dengan koleksi enam titel Bundesliga, tiga DFB Pokal, dua DFB Ligapokal, tiga Piala Super Jerman, serta bahkan satu Liga Champions dan satu Piala Winners tidak dipungkiri Hamburg adalah salah satu tim terbesar dan bersejarah di Jerman. Sayangnya kesebelasan yang kondang dengan setelah jersey merah-putih sehingga kerap disebut Die Rothosen tersebut mengalami penurunan drastis dalam satu dekade terakhir.

Hanya dua kali melewatkan kans tampil di ajang Eropa dalam rentang 2000-2010, Hamburg kemudian absen sama sekali sejak musim 2010/2011 hingga kini. Dalam era yang sama hanya dua kali mereka mampu menembus sepuluh besar klasemen akhir Bundesliga.

Pada musim 2013/3014 dan 2014/2015 lalu mereka sudah semakin dekat dengan Bundesliga 2 karena posisi mereka sampai harus ditentukan dengan play-off degradasi. Akan tetapi di dua kesempatan tersebut mereka masih bisa lolos.



“Kami dalam beberapa musim terakhir selalu diberi keajaiban namun hal seperti itu tidak akan pernah bertahan selamanya,” tutur salah satu legenda Hamburg, Uwe Seeler, pada ESPN setelah klubnya resmi turun kasta untuk pertama kalinya pada musim depan.

Jika pada 2019/2020 mendatang mereka sudah bisa kembali ke Bundesliga 1 maka Hamburg harus bisa lebih konsisten lagi. Musim ini terbilang sangat buruk karena mereka sampai harus punya tiga pelatih berbeda. Christian Titz, manajer terkini hanya diberi delapan laga pamungkas dengan target bertahan namun terbukti jika tugas tersebut terlalu berat.

(Sumber: ESPN, Goal)

Daftar disini !!!
 Maxbet268 - Maxbet Indonesia Dengan Berbagai Promo Menarik

Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar