Hakim di California Minta Penjual Kopi Cantumkan Peringatan Kanker

Ilustrasi kopi

News InternasionalCalifornia - Para peneliti belum sepakat soal kopi apakah berbahaya atau bagus untuk kesehatan. Meski begitu seorang hakim di Los Angeles, California, Amerika Serikat, punya kesimpulannya sendiri.

Dilansir dari CNBC, Minggu (8/4/2018), Hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles Elihu Berle menilai penjual kopi harus mencantumkan peringatan kanker pada setiap kopi yang mereka jual.

Peringatan kanker tersebut muncul karena senyawa bernama akrilamida (acrylamide) yang terdapat dalam rangkaian proses pemanggangan biji kopi. Diduga akrilamida merupakan karsinogen pemicu kanker.

Dewan Pendidikan dan Riset tentang Racun meminta industri kopi menghilangkan akrilamida dari rangkaian proses tersebut. Pihak tergugat, dalam hal ini Starbucks Corp dan 90 perusahaan lain, menilai level zat kimia tersebut belum masuk kategori berbahaya.

Hakim Berle menyatakan pada Rabu (4/4) para tergugat tak punya cukup bukti untuk memenangkan gugatan.

"Sementara itu penggugat memiliki bukti bahwa mengkonsumsi kopi dapat meningkatkan resiko pada janin, bayi, anak-anak, dan orang dewasa. (Sedangkan) para ahli medis dan epidemiologi dari tergugat (penjual kopi) tak dapat bersaksi soal efek kopi, dalam hal ini kopi dapat memberikan keuntungan untuk kesehatan manusia," tutur hakim Berle.

Pengacara penggugat, Raphael Metzger, menilai penjual kopi bisa menghilangkan akrilamida tanpa mengubah rasa. Jika hanya mencantumkan peringatan tanpa menghilangkan akrilamida dalam kopi tersebut, maka terkesan sia-sia.

"Saya sangat yakin jika industri keripik kentang bisa melakukannya, maka begitu juga industri kopi. (Jika hanya) Peringatan tidak akan begitu efektif karena ini adalah produk yang adiktif," kata Metzger.


Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar