Beredar Video "Sniper" Israel Tembak Warga Palestina Sambil Kegirangan


AGEN BOLA,Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bakal menginvestigasi sebuah video yang tengah beredar.

Dalam video tersebut, seorang sniper (penembak runduk) menembak warga Palestina di perbatasan.

Video itu memperdengarkan suara yang diduga merupakan sniper dan spotter (pengamat).

Spotter itu bertindak sebagai perekam video tersebut.

"Apakah Anda masih mempunyai peluru dalam senapan itu?" tanya spotter kepada rekannya ketika mereka memperhatikan sekelompok warga Palestina yang berada di depan pagar perbatasan.

Ketika itu, perhatian keduanya tertuju kepada seorang pria Palestina yang sedang memperhatikan rekan-rekannya.

"Apakah itu untuk dia?" tanya perekam video itu. Beberapa saat kemudian, terdengar letusan, dan pria Palestina itu roboh ke tanah.

Sontak, terdengar nada kegirangan dari tentara Israel yang merekam kejadian tersebut.

"Tentu saja saya merekamnya," ujarnya kemudian. "Benar-benar video yang melegenda," kata seorang tentara lain kepada sniper yang melakukan penembakan.

Dalam pernyataan resmi, IDF meyakini video tersebut dibuat beberapa bulan sebelumnya. "Kami berjanji bakal menyelidiki kejadian ini," tutur IDF.

Video itu membuat politisi Israel terbelah dalam menyikapinya.

Antara lain Yehuda Glick dari Partai Likud.

"Sangat berat untuk melihat ini.

Video yang beredar itu begitu mengecewakan," kata Glick seperti diberitakan Haaretz via Russian Today.

Lain lagi pendapat kolega Glick di Likud, Oren Hazan, yang diskors dari Knesset (Parlemen Israel) atas tuduhan pelecehan seksual.

Hazan menegaskan, peraturannya sudah jelas. Siapapun yang mendekati pagar perbatasan, bersenjata atau tidak, bakal ditembak.

"Saya mengapresiasi kinerja pasukan kami yang berusaha membuat negara ini aman.

Saya berharap video itu menjadi pesan untuk mereka (Palestina)," tutur Hazan.

Memang, sesuai dengan protokol IDF, setiap demonstran Palestina diizinkan melakukan protes selama berada di jarak 100 meter dari pagar perbatasan.

Selain itu, para sniper hanya diperbolehkan menembak tubuh bawah pengunjuk rasa jika mereka memasuki pagar kedua.

Itu pun harus melalui persetujuan perwira paling senior di lapangan.

Sejak 30 Maret, warga Palestina telah menggelar aksi protes Defile Besar untuk Kembali.

Demonstrasi itu bakal berlangsung sejak Jumat.

Aksi unjuk rasa itu bakal berlangsung selama enam pekan hingga Peringatan Nakba, yang berarti Malapetaka, pada 14 Mei mendatang.

Tanggal tersebut merujuk kepada deklarasi berdirinya Negara Israel, tepatnya pada 14 Mei 1948.

Pada demonstrasi pekan pertama, tercatat 18 pengunjuk rasa tewas, dan 1.400 terluka karena ditembak oleh militer Israel.


Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar