Hari Ini dalam Sejarah: Pasukan Tempur Terakhir AS Tinggalkan Vietnam

Sebuah tank milik Tentara Vietnam Utara (NVA) menerobos gerbang istana kepresidenan Vietnam Selatan di Saigon pada 30 April 1975. Pasukan Vietnam Utara kemudian berhasil menguasai Saigon sekaligus mengakhiri perang Vietnam yang telah berlangsung selama 10 tahun.

AGEN BOLA,Dua bulan setelah perjanjian penghentian tembak menembak antara Amerika Serikat dan Vietnam diteken di Paris, pasukan tempur AS terakhir meninggalkan Vietnam Selatan.

Kesepakatan untuk menarik mundur pasukan ini dilakukan bersamaan dengan langkah Hanoi membebaskan tawanan perang yang ditahan di Vietnam Utara.

Penarikan pasukan tempur terakhir ini sekaligus mengakhiri keterlibatan AS dalam Perang Vietnam selama delapan tahun.

Sementara itu, di Saigon sekitar 7.000 personel staf sipil Kemenhan AS tetap berada di negeri itu untuk membantu Vietnam Selatan dalam menghadapi perang yang masih berlanjut dengan pihak komunis di utara.

Pada 1961, setelah dua dekade memberikan bantuan tak langsung, Presiden AS John F Kennedy mengirimkan kontingen pertama pasukan Amerika ke Vietnam untuk membantu menghadapi komunis.

Tiga tahun kemudian, di saat rezim Vietnam Selatan di ambang keruntuhan, Presiden Lyndon B Johnson memerintahkan serangan udara terbatas terhadap Vietnam Utara.

Langkah Presiden Johnson ini kemudian diikuti kongres AS yang menyetujui pengiriman personel militer ke Vietnam.

Pada 1965, dengan semakin gencarnya serangan Vietnam Utara, Presiden Johnson memiliki dua pilihan, meningkatkan keterlibatan AS atau mundur dari Vietnam. LBJ, panggilan akrab Presiden Johnson, akhirnya mengambil pilihan pertama dan jumlah personel militer AS di Vietnam segera melonjak hingga 300.000 orang.

Sementara, di langit, Angkatan Udara AS menggelar serangan udara terbesar yang pernah dilaukan sepanjang sejarah.

Selama beberapa tahun kemudian, perang tak kunjung berakhir dan korban tentara AS terus berjatuhan.

Selain itu, kejahatan perang yang dilakukan militer AS misalnya pembantaian di My Lai yang terekspos ke publik membuat banyak warga AS menentang perang.


Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar