Lima Fakta Unik tentang Tavullia dan Kepopuleran Valentino Rossi


AGEN BOLAValentino Rossi sangat identik dengan kampung halamannya di Tavullia, Italia. Kota kecil di Italia tersebut mendunia namanya tak lepas berkat sosok The Doctor

Rossi sampai saat ini masih bermukim di kampung halamannya itu, bersama dengan keluarganya. Karier Rossi juga tak bisa dipisahkan dari Tavullia.

Tavullia terletak di bukit yang berjarak 15 menit dari Sirkuit Misano, yang menjadi venue MotoGP San Marino. Selain kota yang penting bagi Rossi, Tavullia juga punya sejarah penting bagi sang ayah, Graziano Rossi.

Graziano merayakan tiga gelar juara Grand Prix 250 cc pada 1979 di sana. Setelah itu, dia mulai mempromosikan karier Valentino Rossi juga kota tersebut.

Popularitas keluarga Rossi di Tavullia tak perlu diragukan, terutama setelah Valentino menjelma jadi legenda hidup MotoGP. The Doctor bakal menjalani musim ke-23 di ajang Grand Prix dan kembali mengejar gelar juara dunia untuk ke-10.

Bahkan, bisa dibilang Valentino Rossi merupakan nadi utama kota Tavullia. Tanpa Rossi, Tavullia tentu akan jadi kota yang berbeda dibanding saat ini.

Berikut ini fakta-fakta unik tentang Tavullia yang menjustifikasi kepopuleran Valentino Rossi di kota tersebut, seperti dilansir Speedweek, Senin (12/2/2018):

Ranch VR46


Valentino Rossi punya Ranch VR46 di Tavullia. Ranch tersebut tentu saja tak digunakan untuk beternak dan bercocok tanam, tapi menjadi kandang sekitar 100 motor offroad.

Rossi berlatih di ranch tersebut setiap Rabu dan Sabtu bersama anggota VR46 Academy. Mayoritas para pebalap tersebut menggunakan motor untuk dirt track bermesin 450cc.

Ranch tersebut terbukti telah melahirkan banyak pebalap hebat, satu di antaranya Franco Morbidelli yang akan menjalani kiprahnya pada MotoGP 2018. Morbidelli akan bersaing di trek yang sama dengan sang mentor, Valentino Rossi.

Kantor Pusat Fans Club Rossi


Di sebuah bangunan tambahan gereja di Tavullia,  terdapat kantor pusat fan club Rossi yang paling tersohor di dunia. Fans fanatik The Doctor bakal sangat mudah ditemui di sana.

Di kantor pusat fan club tersebut tersedia berbagai merchandise Rossi yang dapat dibeli. Yang menarik, ada juga baju balap dan motor balap di sana.

Rossi juga berencana segera membuka museum di Tavullia, seperti yang telah dilakukan Marc Marquez (di Cervera) dan Jorge Lorenzo (di Andorra).

Kepopuleran Nomor 46


Jika Anda berkunjung ke Tavullia, maka Anda akan mengetahui mengapa Rossi sangat setia mengenakan nomor 46. Bahkan, dia tak pernah tergoda menggunakan nomor satu meskipun sembilan kali memiliki kesempatan untuk melakukannya.

Di Tavullia, pengunjung dapat dengan mudah menjumpai nomor 46. Di setiap pagar, pohon, rumah, mobil, bahkan gereja dan cemetery dipenuhi dengan bendera, stiker, umbul-umbul, dan poster dengan nomor 46.

Di Tavullia juga ada Bar Sport, yang menjual berbagai makanan dan minuman dengan nomor 46. Pengelola menyediakan cappucccino bernomor 46, ada juga anggur Rossi, dan juga pizza Rossi.

Kecepatan 46 Km / Jam


Masih tentang kepopuleran nomor 46 yang sangat identik dengan Valentino Rossi. Bahkan, kecepatan berkendara di Tavullia juga disangkutkan dengan nomor keramat tersebut.

Saat memasuki kota Tavullia, Anda akan melihat tanda nama kota dan nomor 46. Nomor 46 itu menandakan pengendara motor atau mobil hanya boleh memacu kecepatan hingga batas 46 km/jam.

Namun, sepertinya tak ada seorang pun yang ditilang dan mendapat hukuman gara-gara melanggar batas kecepatan tersebut.

Lonceng Gereja Saat Balapan


Ada satu fakta unik tentang Tavullia yang mungkin tak akan didapati di kota lain di seluruh dunia. Seorang pastur yang sudah berusia lanjut di Tavullia akan membiarkan lonceng gereja berbunyi setiap kali Valentino Rossi menjalani balapan.

Ritual tersebut tetap dilakukan meskipun Rossi sedang menjalani balapan MotoGP di luar negeri, seperti Australia. Padahal jika balapan di Australia, maka Tavullia masih tengah malam. Jadi, saat Rossi membalap di manapun, lonceng gereja akan selalu dibunyikan.


Share on Google Plus

About Unknown

0 comments:

Posting Komentar