Israel Berencana Bangun 'Stasiun Trump' Dekat Tembok Ratapan Yerusalem

Nama Donald Trump akan dipakai untuk nama Stasiun Kereta Api di Yerusalem

Israel Berencana Bangun 'Stasiun Trump' Dekat Tembok Ratapan Yerusalem

Mandiri88 - Agen Sbobet, Ibcbet Dengan Promo Bonus Terbesar

Berita Hari Ini ~ Keputusan kontroversial kembali dibuat oleh Israel soal Yerusalem. Israel berencana menamai sebuah stasiun kereta api di Yerusalem dengan nama 'Donald John Trump'. Hal itu dilakukan sebagai rasa terima kasih kepada Trump karena telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Namun, lokasi dari stasiun yang akan dibangun diprediksi dapat memicu konflik seperti halnya deklarasi Trump soal Yerusalem.

Dikutip dari Reuters, rencana tersebut disampaikan oleh Menteri Transportasi Israel, Yisrael Katz, pada Rabu (27/12) waktu setempat. Dia mengajukan lokasi stasiun di dekat Tembok Ratapan di Kota Tua Yerusalem. Tembok Ratapan sendiri adalah tempat paling suci umat Yahudi. Banyak umat Yahudi berbondong-bondong mengunjungi Tembok Ratapan untuk berdoa.

"Saya telah memutuskan menamai stasiun di dekat Tembok Ratapan dengan nama Donald Trump, setelah Presiden Trump memutuskan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota orang Yahudi dan Negara Israel," ungkap Katz.

Rencana pembangunan jalur kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan Tel Aviv dan Yerusalem tersebut sebetulnya masih dalam rancangan. Juru bicara Kementerian Transportasi Avner Ovadia mengatakan masih ada departemen lain yang dimintai persetujuan.



Rencana tersebut dikecam para otoritas Palestina. Kecaman muncul lantaran lokasi pembangunan stasiun sangat dekat dengan wilayah yang diinginkan rakyat Palestina menjadi ibu kotanya kelak.

"Pemerintah ekstremis Israel sedang mencoba berpacu dengan waktu dan memaksakan kehendaknya di tanah Yerusalem," jelas Wasel Abu Youssef, anggota komite eksekutif Palestine Liberation Organization (PLO).

Ovadia mengatakan, rancangan stasiun dan perpanjangan bawah tanah masih membutuhkan persetujuan dari beberapa komite perencanaan pemerintahan. Selain itu, belum ada tanggal pasti mengenai pembangunan stasiun ini.

Adapun total biaya yang dibutuhkan adalah sekitar 700 juta dolar atau kurang lebih Rp 9,5 triliun. Namun, belum ada kepastian terkait sumber dana yang akan digunakan. Diperkirakan butuh waktu empat tahun untuk mewujudkan berdirinya stasiun ini.

Selama ini, Israel mengakui bahwa seluruh Yerusalem adalah ibu kotanya. Sementara, pihak Palestina menginginkan Yerusalem Timur tempat masjid tersuci ketiga umat Islam masjid Al Aqsa sebagai ibu kotanya.

 Maxbet268 - Maxbet Indonesia Dengan Berbagai Promo Menarik

Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar