Ganti Bayi Yesus dengan Roti Gulung Sosis, Toko Roti Inggris Minta Maaf

Gambar kalender itu menunjukkan sebuah adegan kelahiran dengan tiga orang majus yang mengelilingi roti gulung sosis di tempat bayi Yesus. (BBC)

News InternasionalLondon - Toko roti Greggs di Inggris meminta maaf karena telah mengganti bayi Yesus dengan roti gulung sosis, dalam sebuah gambar kalender jelang Natal untuk mempromosikan produknya.

Gambar kalender itu menunjukkan sebuah adegan kelahiran dengan tiga orang majus yang mengelilingi roti gulung sosis di tempat bayi Yesus.

Sejumlah umat Kristen pengguna Twitter mengatakan, iklan tersebut tidak menghormati agama mereka.

"Saya senang umat Kristen menyatakan kemarahannya dan Greggs meminta maaf," tulis salah seorang pengguna Twitter. "Kalau bukan kita yang bicara, siapa lahgi?"

Sementara kalangan lainnya menyerukan agar perusahaan-perusahaan komersial "menghormati semua agama".

Pihak Greggs telah meminta maaf atas gambar tersebut, dan mengatakan tidak berniat membuat orang-orang marah.

"Kami benar-benar menyesal telah menyinggung perasaan banyak orang, kami tidak pernah berniat melakukan itu," kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Gambar itu dikeluarkan untuk mempromosikan kalender Natal seharga Pound 24 atau Rp427 ribu, yang berhadiah kupon belanja.

Kalender jelang Natal yang dikeluarkan toko roti Greggs merayakan potongan harga selama 24 hari untuk produk-produk roti dan kue. (BBC)

Organisasi Evangelis Inggris mengatakan kepada Newsbeat pihaknya "tidak terlalu tersinggung" tentang adegan kelahiran bayi Yesus yang dalam iklan Greggs.

Namun hal itu menimbulkan masalah bagi perusahaan yang menggunakan cerita Alkitab untuk menjual produk-produknya.

"Setiap tahun ada saja perusahaan membuat iklan-iklan Natal yang kontroversial untuk keuntungan komersial," kata Daniel Webster, juru bicara organisasi tersebut.

Dia mengatakan Yesus semestinya memang menjadi menjadi fokus perayaan Natal, bukan muncul di kalender-kalender dan pemasaran.


Share on Google Plus

About Putri Anastasia

0 comments:

Posting Komentar