Video Pidato Obama Ini Sebenarnya Lipsync


News InternasionalJakarta - Sejumlah peneliti berhasil membuat video lipsync yang benar-benar tampak nyata. Mereka menggunakan kecerdasan buatan audio visual untuk menciptakan video-video ini.

Peneliti dari Universitas Washington ini berhasil membuat video audio visual yang bisa membuat video berdasarkan rekaman audio seseorang. Perangkat yang mereka buat mengubah gerakan mulut pada video seseorang berdasarkan file audio yang diberikan.

Video Mantan Presiden Obama dijadikan percobaan. Alasannya, video pidato mantan Presiden Amerika Serikat ini banyak tersebar dan berkualitas tinggi. Sehingga, kecerdasan buatan mereka punya banyak referensi untuk mereka ulang mimik si Presiden saat berbicara. Berikut contohnya.


Dalam video tersebut, video yang kiri adalah sumber suara asli. Sementara video yang kanan adalah rekaman video Obama lain yang digunakan peneliti untuk mengembangkan algoritma gerakan mulut.

Hasilnya, video yang dihasilkan memang cukup meyakinkan. Meski jika diperhatikan lebih teliti, gerakan mulut dari video hasil reka kecerdasan buatan ini tampak sedikit lebih kabur.

Untuk mendapat hasil rekayasa yang tampak alami, kecerdasan buatan yang dikembangkan para peneliti ini mempelajari video dengan total durasi tujuh belas jam. Video-video ini dijadikan sumber data bagi kecerdasan buatan untuk melacak dan mereplikasi gerakan mulut Obama, seperti diungkap Ira Kemelmacher kepada The Verge.

Di masa depan, sumber data ini bisa dikurangi. Sehingga, video dengan durasi satu jam pun bisa digunakan AI untuk belajar dan menirukan gerakan mulut seseorang.

Tim dari Universitas Washington ini juga melatih komputer untuk mengenali orang tertentu. Komputer mengenali bagaimana tampilan muka dan ekspresi uniknya. Dari data tersebut, komputer lantas bisa membuat render 3D wajah seseorang menggunakan foto atau klip video pendek, seperti dilaporkan Gizmodo.

Teknologi ini tentu meningkatkan kekhawatiran soal mudahnya video palsu mengatasnamakan seseorang. Namun, para peneliti meyakinkan bahwa teknologi yang mereka kembangkan hanya bisa mereplika suara dari orang yang bersangkutan.

Orang lain tak bisa langsung merekam suara mereka dan menghasilkan video yang menirukan suara Obama, demikian jelas professor Steve Seitz dalam siaran persnya. "Kami sangat memerhatikan agar seerorang tidak memanipulasi suaranya atas suara orang lain," tuturnya. Namun, siapa yang tahu kalau pengembang tak bertanggung jawab memungkinkan hal tersebut terjadi.



Share on Google Plus

About Putri Anastasia

0 comments:

Posting Komentar