Mari Kita Bongkar Berita Hoax Penyerangan Ahli IT Hermansyah di Rumah Sakit. SILAKAN DI SIMAK BAIK-BAIK!!!!


MAJALAH ONLIEN - Ada pihak-pihak tertentu yang sedang asik menggoreng isu pembacokan Hermansyah. Meski Polisi masih menyelidiki kasus tersebut namun sepertinya ada yang sengaja menggunakan peristiwa pembacokan tersebut untuk memancing di air keruh.

Peristiwa pembacokan ahli IT Hermansyah langsung di-framing sebagai ulah PKI yang tidak ingin ahli IT tersebut membongkar bahwa percakapan chat porno yang menyebabkan Rizieq kabur terbongkar. Padahal Hermansyah bukan satu-satunya ahli IT di Indonesia, masih banyak ahli IT lainnya termasuk dosennya Hermansyah di ITB tentu yang lebih ahli dari si ahli IT ini. Jadi ngapain mesti berniat membunuh Hermansyah?

Lagi pula PKI??? Pfffttt….yang bener aja, mereka ada ketika kamera pun masih hitam putih, mana ngerti cara rekayasa chat whatsapp.

Dan ternyata menurut keterangan Polisi Hermansyah bukan saksi ahli terlapor. Ia hanya sampai sebagai nara sumber yang hadir di ILC dan mengatakan bahwa chat porno tersebut adalah rekayasa. Walaupun sejauh ini kita tidak tahu darimana ia bisa mengatakan demikian.

Namun peristiwa penyerangan tersebut sangat sexy bagi pihak-pihak tertentu dan sengaja digunakan untuk menjatuhkan citra kepolisian sambil menjilat-jilat TNI. Apakah ini upaya adu domba? Entahlah, bagaimana menurut pembaca seword?

Di media sosial beredar serangkaian foto. Foto pertama memperlihatkan TNI sedang menjaga pintu disebuah rumah sakit. Lalu dua foto berikutnya adalah seorang pria bertelanjang dada yang nampak seperti tertangkap oleh pihak TNI.


status pada foto nampak meyakinkan, Info tadi subuh sekitar pukul 4:00 TNI pergoki penyusup yang mencoba ingin melukai Hermansyah orang tersebut belaga gila setelah di pergoki aparat TNI

Alhamdulilah tadi malam Allah selamatkan pak hermansyah kembali dengan digerakkan hati istrinya, kelaurga, kerabatnya untuk dipindah ke RSPAD

Kewaspadaan keluarga dan aparat baju ijo ternyata benar adanya dipindah demi keamanan beliau..

Seperti biasa hoax selalu menggunakan “info”, “menurut kabar” dan lain-lain tanpa pernah mencatumkan nama siapa pemberi info tersebut. Ini adalah simptoms pertama dari gejala penyakit hoax. Lalu hashtag #TNI bersama ulama dan rakyat, membuat saya geli melihatnya.

Ok setelah gali sana dan sini, akhirnya ketemu juga informasi foto pertama dan hasilnya adalah….


Ternyata benar foto tersebut adalah sejumlah anggota TNI yang menjaga ruangan medical check up RSPAD Gatot Subroto. Tapi itu foto tahun 2016 dan yang dijaga disana adalah 10 ABK yang pernah disandera Abu Sayyaf. Hahahah….Pengalaman saya membongkar berita hoax selama ini, biasanya kalau satu foto sudah hoax maka foto lainnya pasti sama-sama hoax.
Baik, kita lanjut ke foto berikutnya.

Foto tersebut telah dicek digital forensik dan hasilnya asli. Tapi pertanyaannya ini dimana? RSPAD? Bangunan dibelakang tampak menarik, ada tulisan Bhakti. Gedung apa itu? Seperti familiar…setelah gali gali lagi akhirnya ketemu ternyata itu gedung Makodam Jayakarta.
Ini hasil google street view.

Nampak identik gedungnya….mari kita cari lagi yang lebih jelas.

Nah ada tulisan Bhakti di kiri…mari kita cari yang sudutnya mirip….

Boom…dan ketemu, sudutnya sama. Sepertinya foto ini diambil dari sudut yang sama, yaitu dari sekitar pos jaga.

Nah jadi bisa kita simpulkan bahwa kejadian tersebut adalah di Makodam Jayakarta bukan di Rumah Sakit tempat Hermansyah dirawat atau di RSPAD seperti yang dikabarkan oleh hoax diatas.
Lalu itu foto apa? siapa? Entahlah, sejauh ini belum saya temukan tapi dari sini saja sudah jelas bahwa kabar tersebut hoax belaka.
Meski demikian pertanyaannya kenapa saya sejauh ini belum menemukan foto pria tertangkap tadi? Kemungkinan peristiwa tersebut bukan peristiwa besar sehingga tidak ditemukan di media-media. Juga tidak ditemukan saat reverse search ke google. Bisa jadi foto tersebut memang dari salah satu orang yang ada disana (belum tentu TNI karena ada yang tidak berseragam loreng), lalu kemudian foto tersebut disalah gunakan. Mungkin pembaca seword bisa bantu saya.
Jika mau pihak TNI bisa melacak siapa orang yang memiliki foto tersebut.
Baru-baru ini di detik.com mengabarkan bantahan dari Polisi mengenai isu terkait.
Di media sosial ahli IT Hermansyah dikabarkan diserang orang tak dikenal saat berada di rumah sakit (RS). Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan memastikan tidak ada penyerangan ke Hermansyah saat dirawat di rumah sakit.
“Enggak ada,” ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman Kavling 55 Jakarta, Selasa (11/7/2017).
Iriawan menegaskan tidak ada penyerangan ke Hermansyah. Dia menyebut kabar penyerangan tersebut adalah berita bohong atau hoax.
“Media sosial itu yang hoax semua,” tegas Iriawan.
Sebelumnya diberitakan, kabar penyerangan itu beredar di salah satu akun Facebook. Di akun tersebut pelaku penyerangan bertingkah seperti orang gila saat didatangi aparat TNI.
Kadispen AD Brigjen Alfret Denny Tuejeh saat dikonfirmasi belum menerima laporan terkait penyerangan tersebut. Namun, pihaknya tetap akan mengecek kebenaran informasi itu.
“Nggak ada (laporannya). Tapi saya tetap cek dulu,” ujar Alfret. (detik.com, 2017)
Jadi jelas kabar penyerangan tersebut adalah bohong belaka, hoax dan kita sudah membongkarnya. Pihak Kepolisian dan juga TNI telah membatah kabar tersebut. Sepertinya ini adalah upaya pihak tertentu untuk memperkuat pembentukan opini dari peristiwa pembacokan Hermansyah sebelumnya, dan kita berharap pelakunya bisa tertangkap.

NAH SILAKAN BIJAK DALAM MENANGGAPI SEBUAH BERITA.SEBELUMNYA TELITILAH TERLEBIH DAHULU BERITA YANG DI BACA. APAKAH DISERTAKAN DENGAN SUMBER YANG JELAS. DAN SILAKAN DI BUKTIKAN TERLEBIH DAHULU DALAM MENCERNA SUATU BERITA YANG ADA DI SOSIAL MEDIA. MARI KITA SEMUA BERSIKAP LEBIH BIJAK DALAM MENYINGKAPI BERITA YANG KITA KONSUMSI SETIAP HARINYA.
SALAM SILVI19891128

SUMBER : SEWORD
Share on Google Plus

About Anastasia

0 comments:

Posting Komentar