Kenyataan Ini Membuat Amien Rais Terdiam, Dan Ahok Pun Tersenyum WOOOWWW!!!


IBCBET - Sosok Amien Rais yang terkenal sebagai tokoh reformasi, menjadi seorang pahlawan pada masa pergerakan mahasiswa tahun 1998 lalu. Mengambil kesempatan dari pergerakan mahasiswa, Amien Rais mampu membuat dirinya menjadi seorang pahlawan. Amien Rais sering kali melontarkan pernyataan kontroversial tentang Ahok. Walau pun kebanyakan dari pernyataannya tersebut adalah omong kosong belaka. Karena kebenciannya kepada Ahok, membuat Amien Rais menjadi tidak rasional. Segala tuduhan pun selalu dilayangkan kepada Ahok, meski pun akhirnya tuduhan tersebut menjadi mental, karena dapat di-counter oleh Ahok.

Pada peluncuran buku  ‘Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok’ karya penulis Marwan Batubara, di ruang Kura-kura 2, Senayan, Jakarta Selatan (23/5/17) dengan lantang Amien Rais menyatakan bahwa buku tersebut ditulis secara obyektif, tidak mengada-ada dan berdasarkan fakta.

“Ciri khas buku Marwan Batubara selalu objektif, semuanya berdasarkan fakta dan angka karena bersifat otentik dan otoritatif karena tidak mengada,” ujar Amien di Ruang Kura-kura 2, Senayan, Jakarta Selatan, seperti dikutip oleh detik.com.

“Harapan kita, setelah baca buku ini, penegak hukum semestinya mempelajari korupsi Ahok lebih teliti dan diproses secara hukum,” kata Amien.

“Selama ini publik dibentuk media massa, kalau sosok ini (Ahok) jujur, bersih, dan tegas. Sehingga diperlakukan menjadi warga istimewa. Seharusnya semua, tapi yang satu ini istimewa,” tuturnya.

Ia menegaskan sekali lagi agar penegak hukum, khususnya KPK, berlaku adil dan terbuka matanya setelah membaca buku tersebut. Jangan lagi ada maling kecil dihukum ringan dan maling besar dilepaskan.

“Mudah-mudahan buku yang ditulis ini jadi membuka mata KPK dan lainnya. Saya heran, mudah-mudahan nggak berlaku lagi pencuri kecil dihukum berat dan pencuri besar dilepaskan, nanti akan timbul kehancuran,” tutur Amien dalam kata sambutannya.

Dalam buku tersebut Marwan Batubara khusus membahas Kasus Tanah RS Sumber Waras yang ada pada Bab 2, Kasus Lahan Tanah BMW yang terdapat pada halaman 49 serta Kasus Tanah Cengkareng Barat yang ada pada Bab 4. Dari semua kasus di atas, yang paling heboh adalah pada kasus RS Sumber Waras.

Menurut Ketua BPK saat itu, Harry Azhar Azis, bahwa audit yang telah dilakukan oleh BPK terhadap RS Sumber Waras adalah sudah final, dan BPK bersikukuh bahwa telah terjadi penyimpangan pada kasus pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI Jakara. Dan diduga ada kerugian negara sebesar Rp.191 miliar, walau pun KPK telah menyatakan bahwa tidak ada kerugian negara pada kasus tersebut.

Kasus ini pun digoreng oleh Marwan Batubara dalam bukunya  ‘Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok’, dan Amien Rais pun mempunyai senjata untuk menyerang Ahok yang tidak disukainya itu. Dan Amien Rais mengharapkan penegak hukum mempelajari korupsi Ahok secara teliti dan memprosesnya secara hukum. Karena buku tersebut berdasarkan audit dari BPK, dan Amien Rais menyatakan bahwa data yang disajikan oleh Marwan adalah obyektif, maka dapat kita simpulkan bahwa Amien Rais percaya bahwa audit BPK adalah obyektif dan berdasarkan data-data yang ada.

Tetapi beberapa hari kemudian, sebuah peristiwa yang sangat mengejutkan telah dilakukan oleh KPK. KPK telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat BPK dan pejabat Kemdes PDTT  dan saat itu diamankan 7 orang, termasuk 2 orang pejabat BPK.

Akibat dari pengangkapan tersebut, BPK yang selama ini diasosiasikan sebagai lembaga super (kata Ahok seperti Tuhan), yang bersih menjadi terbantahkan. Ternyata lembaga BPK tidak selamanya bebas dari korupsi. Lembaga ini pun tercoreng. Sebuah lembaga yang seyogyanya mencegah dan memberantas korupsi lembaga-lembaga lain, ternyata di lembaganya sendiri tak lepas dari korupsi.

Kita masih ingat bahwa Ahok pernah mengatakan bahwa BPK itu ngaco, ternyata memang benar adanya. Status WTP sebuah status yang dibanggakan oleh lembaga-lembaga negara ternyata diperjual-belikan oleh BPK. Pantasan banyak Pemprov yang mendapat predikat WTP justru banyak gubernurnya yang diangkap oleh KPK karena korupsi. Apakah karena Ahok tidak mau membeli status WTP, menyebabkan BPK cenderung memusuhi Ahok? Dengan kasus OTT auditor senior BPK oleh KPK, membuat kita semakin yakin apa yang dikatakan oleh Ahok bahwa BPK itu ngaco.

Tertangkapnya Auditor BPK ini, memberikan bukti bahwa apa yang dituduhkan oleh BPK kepada Ahok pada kasus RS Sumber Waras tersebut menjadi tidak terbukti, karena penilaian BPK tersebut ada tendensi untuk menyudutkan Ahok. Dan efek dari tertangkapnya auditor BPK ini, membuat buku karangan Marwan Batubara yang dibangga-banggakan oleh Amien Rais tersebut menjadi sampah. Karena pejabat BPK yang dikatakan obyektif tersebut, ternyata juga korupsi. Dan kemana Amien Rais ketika pejabat BPK ini ditangkap? Mana komentarnya yang selalu nyinyir itu? Kenapa jika berkenaan dengan Ahok, Amien Rais begitu cepa berkomentr, tetapi pada kasus ini justru Amien Rais cenderung diam?

Sekedar informasi yang didapat dari media sosial, bahwa buku yang diulis oleh Marwan Batubara ini dapat diunduk secara gratis dalam bentuk e-book. Entah kabar ini benar atau tidak, bahwa pembebasan pengunduhan e-book buku ini karena buku ini tidak laku dipasaran. Mudah-mudahan saja kabar ini tidak benar, karena saya kasihan dengan pengarangnya yang sudah bersusah payah meluncurkan buku ini dengan gegap gempita, tapi ternyata tidak laku.



www.maxbetindonesia.net

Created By : Silvi19891128
Sumber :  Seword
Share on Google Plus

About Putri Anastasia

0 comments:

Posting Komentar